Bekal Menuntut Ilmu Yang Wajib Kamu Ketahui

 


 

BEKAL MENUNTUT ILMU YANG WAJIB KAMU KETAHUI

OLEH

Cunita, S.Pd.I

(Guru SMKN 2 Kualuh Selatan)

 

Tuntutlah ilmu sampai kenegeri Cina. Adalah pribahasa yang tak asing lagi bagi kita. Namun kebanyakan dari kita tidak meresapi makna tersebut. Sebagai pelajar di era modern dimana majunya ilmu pengetahuan dan berkembangnya teknologi secara drastis, kamu perlu memiliki bekal dalam belajar di era modern ini agar kamu mampu bersaing menghadapi zaman yang semankin kompetitif di setiap bidangnya. Nah, ada 6 bekal yang harus kamu miliki, diantaranya:

1.      Kecerdasan

Kecerdasan adalah tonggak utama dalam belajar. Ada sebagian teman sekelasmu yang memiliki kecerdasan istimewa, namun sebagian lagi tidak. Akan tetapi rasanya aneh, kalau kecerdasan yang hanya pas-pasan bisa membuat mereka mengukir segudang prestasi. Sedangkan kecerdasan istimewa adalah hal yang wajar atau biasa saja ketika mereka berprestasi. Karena itu adalah anugrah dari Tuhan, tentunya hanya diberikan kepada mereka yang dikehendaki saja. Bagaimana dengan kamu? Yang kecerdasanmu hanya pas-pasan, Sudah tentu kamu harus berusaha lebih extra lagi, bukan? Demi mengasa kecerdasanmu, agar lebih tajam.

Sebagai pelajar, secara umum kamu selalu menyimpulkan kecerdasan identik dengan kepintaran akademik, mendapat nilai 80,90 atau 100. Wah, ini tentunya sangat membanggakan khususnya orang tuamu. Perlu kamu ketahui selain kecerdasan akademik (IQ), masih ada lagi kecerdasan yang lainnya. Yaitu kecerdasan emosional (EQ) dan kecedasan religius. Namun terkadang  EQ dan kecerdasan religious selalu di kesampingkan. Hal inilah yang membuat pelajar semankin tenggelam dalam arus kebobrokan moral. Dimana dunia yang tengah gencar berlomba-lomba menuju kamajuan IPTEK namun sebaliknya justru meninggalkan nilai-nilai etika bangsa yang luhur. Ironisnya kemajuan IPTEK mampu menghipnotis 80% pelajar di Indonesia kearah yang negatif.  

Disekolah biasanya, kecerdasan EQ dan religious dibagi kedalam sekup yang lebih sederhana lagi, khususnya bagi para pelajar. Hal ini bertujuan agar para siswa lebih mudah memahaminya. Yaitu cerdas moral, cerdas bahasa (tutur kata), cerdas perbuatan ( tingkah laku), dan cerdas waktu. Ketika kamu memiliki moral yang cerdas, itu merupakan prestasi bagimu bahkan nilainya lebih dari 100. Nah begitu juga dengan cerdas bahasa, cerdas perbuatan dan cerdas waktu. Pada hakekatnya cerdas akademik (IQ) akan hilang apabila cerdas moral diacuhkan, cerdas bahasa disepelekan, cerdas perbuatan diabaikan dan cerdas waktu tidak diperhitungkan. Dan kebanyakan manusia selalu berada dalam kerugian yaitu kerugian akan waktu. Nah, saatnya kamu sebagai pelajar harus lebih kondusif lagi dalam menggunakan waktumu. Jadilah pelajar yang produktif dan cerdas di segala ruang lingkup kehidupan.

 

2.      Semangat yang tinggi

Banyak faktor yang membuat kamu tidak semangat belajar. Selain faktor dalam diri, faktor lingkungan juga sangat berpengaruh. Misalnya ketika kamu akan mengerjakan tugas, tiba-tiba ada tayangan televisi yang begitu menarik untuk di tonton. Tidak hanya itu, ketika kamu akan serius belajar, teman kamu malah terus ngajak ngobrol atau ngajak main vidio game. Disinilah kamu dituntut cerdas dalam menentukan teman. Carilah teman yang bisa mendongkrak semangatmu selangkah lebih maju dalam belajar.

Semangat adalah kunci sukses dalam belajar. Dan semangat ’45 merupakan semangat yang paling membara. Sebagai generasi penerus bangsa kamu harus memiliki semangat yang tinggi agar kamu dapat membebaskan dirimu dari umpan-umpan si penjajah di era modern, yaitu penjajah pikiran yang bertujuan menjadikan kamu pemalas, bodoh dan berjalan diatas kebobrokan moral.

Menjadi orang yang berfikir dan belajar setiap hari tidak ada ruginya , kok. Apalagi jika kamu memiliki suatu tujuan atau visi yang ingin kamu capai. Belajar tidak membuatmu menjadi orang yang kaku, justru sebaliknya akan membuatmu menjadi orang yang tangguh dan cerdas, tentunya ketangguhan dan kecerdasan yang di balut selimut kemoralan.

Semangat ’45 merupakan salah satu senjata yang harus kamu miliki dalam belajar demi memerangi penjajah pikiran di era modern. Semangat ’45 dalam belajar juga perlu dikobarkan sebab tantangan kedepan semankin berat. Persaingan diberbagai bidang semankin kompetitif, oleh karena itu mulailah dari sekarang bulatkan tekad kamu untuk belajar.

 

Belajar, belajar dan belajar

Karena Aku seorang pelajar

Semangatku harus berkobar

Agar Aku terpelajar

Dan bukan kurang ajar

 

 

3.      Bersungguh-sungguh

Semangat yang tinggi tanpa adanya kesungguhan dalam belajar laksana hujan yang tak membasahi bumi. Ketika kamu mulai bersungguh-sunguh tentu akan membangkitkan hasrat yang menggebu-gebu dalam belajar. Nah, perasaan yang menggebu akan terus mendorong kamu untuk lebih giat lagi dalam belajar. Inilah yang harus kamu hidupkan dalam dirumu.

Siapa yang berusaha pasti akan mendapat, siapa yang menanam pasti akan menuai dan tentunya siapa yang belajar pasti akan terpelajar. Jadilah kamu pelajar yang terpelajar karena itu merupakan suatu prestasi bagimu, yaitu prestasi percaya diri, optimisme, dan belajar adalah kebutuhan bagimu.

 

4.      Uang

Belajar adalah kebutuhan, dan setiap kebutuhan tentu memerlukan biaya atau yang sering kita sebut adanya uang. Tidak bisa dipungkiri sejak zaman kuno hingga modern, belajar pasti membutuhkan uang minimal untuk membeli peralatan tulismu. Apalagi dizaman modern ini, selain kebutuhan alat tulis seragam sekolahmu juga harus terlengkapi. Itu membuktikan semankin majunya peradaban dalam menuntut ilmu. Nah, sudahkah kamu berperadaban maju dalam belajar?

Berperadaban maju bukan hanya luasnya ilmu pengetahuanmu atau munkin setiap pertayaan yang dilontarkan guru mampu kamu jawab dengan nilai 100. Akan tetapi berperadaban maju dalam menuntut ilmu, selain memiliki  IPTEK kamu juga harus memiliki budi pekerti yang luhur. Dengan demikian ilmu pengetahuanmu akan terjaga. Sebagaimana dilansir dari kisah Abu Hurairah semasa hidupnya beberapa kurun waktu silam.

“Aku bertanya kepada waqi tentang ilmu”

       Beliau menjawab “ Sesungguhnya ilmu itu cahaya Allah, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang berbuat maksiat”

 

5.      Waktu yang panjang

Kenang-kenang masa dahulu, rasa-rasakan masa sekarang, pikir-pikir masa yang akan datang. Jika kamu kembali mengenang ke masa lalu, sudah berapa tahunkah kamu belajar?. Dibangku sekolah dasar 6 tahun, dibangku SMP 3 tahun. Sembilan tahun sudah masa yang kamu lewati untuk menuntut ilmu. Dan berapa banyak biaya yang kamu habiskan hanya untuk belajar?. Seandainya menanam jagung, sepanjang 9 tahun sudah berapa kalikah dipanen?.

Sekarang ini kamu sudah duduk dibangku SMA atau SMK atau lembaga pendidikan yang sederajat dengannya. Coba kamu rasakan saat ini, sudah berapa banyak ilmu yang kamu dapatkan. Sudahkah ilmumu bisa diandalkan untuk menyongsong masa depan?. Tentu jawabnya belum. Artinya saat ini walaupun kamu sudah pernah berprestasi, kamu masih butuh belajar lagi demi menyongsong masa depan yang lebih gemilang tentu dengan tantangan dari penjajah pikiran yang semankin sukar ditaklukkan.

Ketika si penjajah pikiran terus berusaha menggerogoti masa depan para pelajar, maka setiap detiknya kamu harus memiliki prestasi, minimal prestasi mampu menebas musuhmu(penjajah pikiran)  dengan pedang pengetahuan yang kamu miliki saat ini. Berarti setiapa harinya pendidikanmu harus selangkah lebih maju, selangkah lebih berwarna, selangkah lebih kompetitif demi membasmi pasukan si penjajah pikiran yang selalu menempelkan diri pada dunia modern.

6.      Dekat dengan guru

Ridhonya Tuhan terhadap ilmumu, karena ridho dan ikhlasnya guru mengajarmu. Tidak kamu dapatkan sedikit ilmu dari gurunmu ketika mereka marah dan murka karena tingkah lakumu yang tiada beradab. Dan apa-apa yang kamu pelajari hanya sia-sia. Semakin jauh rasa keridhoan dan keikhlasan dari gurumu maka semankin jauh kamu dari ilmunya dan sebaliknya. Oleh karena itu, sopan santunlah kepada guru, haluskan bahasamu, dan ukirlah kata-katamu sehalus munkin agar terciptanya keindahan dalam bertingkah laku dengan guru. Dengan demikian kamu bisa menjalin kedekatan dengan guru. Dan siapa yang paling dekat dengan gurunya maka ia akan mendapatkan paling banyak ilmunya karena semankin bertambah ridho dan ikhlas guru padanya.

Itulah beberapa bekal yang memang harus kamu miliki dalam menuntut ilmu di zaman modern ini. Keenam bekal tersebut jika benar-benar bisa kamu miliki sudah tentu akan menjadikan pendidikanmu lebih berwarna dan terbebasnya dirimu dari kebobrokan moral yang semankin gila, tidak beradab dan tertutupnya pintu hati serta menyesatkan pikiran.

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

11 Cara Menghilangkan Kebosanan Siswa Saat Belajar